Pria Harus Berolahraga Dua Kali Lebih Banyak daripada Wanita agar Jantung Tetap Sehat
Riset terbaru menunjukkan pria perlu berolahraga dua kali lebih lama daripada wanita untuk mendapatkan manfaat kesehatan jantung yang sama.
Sebuah penelitian berskala besar yang diterbitkan dalam jurnal Nature Cardiovascular Research menemukan perbedaan signifikan antara pria dan wanita dalam meraih manfaat olahraga terhadap kesehatan jantung. Riset ini melibatkan lebih dari 80.000 peserta dari proyek UK Biobank di Inggris, dengan data aktivitas fisik dikumpulkan melalui akselerometer yang dipakai di pergelangan tangan selama satu minggu. Para peneliti kemudian menelusuri kondisi kesehatan para peserta selama hampir delapan tahun untuk menilai hubungan antara durasi olahraga dan risiko penyakit jantung.
Hasilnya, wanita yang melakukan sekitar 250 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi per minggu mengalami penurunan risiko penyakit jantung sekitar 30 persen. Sebaliknya, pria baru memperoleh manfaat yang setara jika mereka berolahraga sekitar 530 menit per minggu. Artinya, pria perlu beraktivitas hampir dua kali lebih lama agar mendapatkan perlindungan kardiovaskular yang sama dengan wanita.
Menariknya, temuan ini juga menunjukkan bahwa wanita yang rutin berolahraga memiliki tingkat kelangsungan hidup jauh lebih tinggi dibanding pria aktif, terutama di kelompok dengan riwayat penyakit jantung. Wanita aktif mencatat pengurangan risiko kematian hingga 70 persen, sedangkan pria hanya sekitar 19 persen.
Penelitian ini diselenggarakan oleh tim gabungan ilmuwan dari beberapa institusi di China dan Eropa. Mereka memanfaatkan data kesehatan jangka panjang UK Biobank untuk mengidentifikasi pola hubungan antara jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan risiko penyakit jantung. Meski bersifat observasional, hasil studi ini cukup kuat untuk menunjukkan adanya perbedaan biologis dan hormonal yang mungkin memengaruhi cara tubuh pria dan wanita merespons olahraga.
Manfaat riset ini sangat penting bagi dunia kesehatan dan kebugaran. Temuan ini dapat membantu penyusunan panduan olahraga yang lebih spesifik berdasarkan jenis kelamin, bukan lagi pendekatan âsatu ukuran untuk semuaâ. Selain itu, hasilnya bisa menjadi motivasi bagi wanita yang selama ini kurang aktif untuk mulai bergerak, sekaligus mengingatkan pria agar tidak menganggap olahraga singkat sudah cukup untuk menjaga jantung tetap sehat.
Meski wanita memperoleh manfaat lebih besar dari durasi olahraga yang lebih singkat, para ahli menegaskan bahwa aktivitas fisik tetap penting bagi semua orang. Olahraga teratur membantu menjaga tekanan darah, kadar kolesterol, dan berat badan tetap ideal, sekaligus memperkuat jantung serta daya tahan tubuh.
Pada akhirnya, riset ini menunjukkan bahwa perbedaan biologis antara pria dan wanita tidak hanya memengaruhi cara tubuh memproses hormon atau metabolisme, tetapi juga bagaimana tubuh merespons aktivitas fisik. Bagi siapa pun, kuncinya tetap sama: konsistensi berolahraga jauh lebih penting daripada intensitas sesaat.





